Senin, 09 Juni 2008

Asuhan Keperawatan Gawat Darurat Sepsis dan Shock Sepsis

Sepsis dan shock septis mengancam kehidupan. Mortalitas kasus ini sekitar 25% sampai dengan 90%.

Definisi

Sepsis merupakan respon sistemik terhadap bakteriemia. Pada saat bakteriemia menyebabkan perubahan dalam sirkulasi menimbulkan penurunan perfusi jaringan dan terjadi shock sepsis. Sekitar 40% pasien sepsis disebabkan oleh mikroorganisme gram-positive dan 60% disebabkan mikroorganisme gram-negative. Pada orang dewasa infeksi saluran kencing merupakan sumber utama terjadinya infeksi. Di rumah sakit kemungkinan sumber infeksi adalah luka dan kateter atau kateter intravena. Organisme yang paling sering menyebabkan sepsis adalah staphylococcus aureus dan pseudomonas sp.

Tanda dan Gejala

Pasien dengan sepsis dan shock sepsis merupakan penyakit akut. Pengkajian dan pengobatan sangat diperlukan. Pasien dapat meninggal karena sepsis. Gejala umum adalah:

  1. demam
  2. berkeringat
  3. sakit kepala
  4. nyeri otot

Cari tahu sumber infeksi utama. Pertimbangkan sumber infeksi berikut:

  1. infeksi saluran kencing
  2. infeksi saluran pernapasan
  3. infeksi kulit
  4. meningitis
  5. endokarditis
  6. infeksi intra abdomen
  7. osteomyelitis
  8. penyakit inflamasi pelvis
  9. penyakit menular seksual

Pada pasien sepsis kemungkinan ditemukan:

  1. perubahan sirkulasi
  2. penurunan perfusi perifer
  3. tachycardia
  4. tachypnea
  5. pyresia atau temperature <36oC
  6. hypotensi

Pengkajian

Selalu menggunakan pendekatan ABCDE.

Airway

  1. yakinkan kepatenan jalan napas
  2. berikan alat bantu napas jika perlu (guedel atau nasopharyngeal)
  3. jika terjadi penurunan fungsi pernapasan segera kontak ahli anestesi dan bawa segera mungkin ke ICU

Breathing

  1. kaji jumlah pernasan lebih dari 24 kali per menit merupakan gejala yang signifikan
  2. kaji saturasi oksigen
  3. periksa gas darah arteri untuk mengkaji status oksigenasi dan kemungkinan asidosis
  4. berikan 100% oksigen melalui non re-breath mask
  5. auskulasi dada, untuk mengetahui adanya infeksi di dada
  6. periksa foto thorak

Circulation

  1. kaji denyut jantung, >100 kali per menit merupakan tanda signifikan
  2. monitoring tekanan darah, tekanan darah <>
  3. periksa waktu pengisian kapiler
  4. pasang infuse dengan menggunakan canul yang besar
  5. berikan cairan koloid – gelofusin atau haemaccel
  6. pasang kateter
  7. lakukan pemeriksaan darah lengkap
  8. siapkan untuk pemeriksaan kultur
  9. catat temperature, kemungkinan pasien pyreksia atau temperature kurang dari 36oC
  10. siapkan pemeriksaan urin dan sputum
  11. berikan antibiotic spectrum luas sesuai kebijakan setempat.

Disability

Bingung merupakan salah satu tanda pertama pada pasien sepsis padahal sebelumnya tidak ada masalah (sehat dan baik).

a. kaji tingkat kesadaran dengan menggunakan AVPU.

Exposure

Jika sumber infeksi tidak diketahui, cari adanya cidera, luka dan tempat suntikan dan tempat sumber infeksi lainnya.

Tanda ancaman terhadap kehidupan

Sepsis yang berat didefinisikan sebagai sepsis yang menyebabkan kegagalan fungsi organ. Jika sudah menyembabkan ancaman terhadap kehidupan maka pasien harus dibawa ke ICU, adapun indikasinya sebagai berikut:

  1. penurunan fungsi ginjal
  2. penurunan fungsi jantung
  3. hyposia
  4. asidosis
  5. gangguan pembekuan
  6. acute respiratory distress syndrome (ARDS) – tanda cardinal oedema pulmonal.
Shock septic didefinisikan sebagai sesis yang berat dengan tekanan darah sistolik <90>

1 komentar:

box e-book mengatakan...

bagus sekali askepnya akan cukup membantu bila digunakan terutama oleh yang sedang kuliah....sip..sip..sip
anda yang sedang mencari askep dapat juga diperoleh di www.rusari.com download gratis banyak askep asuhan keperawatan